Rabu, Februari 25, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

42 Poktan di Probolinggo Diverifikasi, Siap Terima Bantuan Pertanian

42 Poktan di Probolinggo Diverifikasi, Siap Terima Bantuan Pertanian

Probolinggo, Satpres.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan bagi kelompok tani (Poktan) sebagai penerima manfaat sektor pertanian Tahun Anggaran 2026, Selasa (24/2/2026). Sebanyak 42 Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar di 15 kecamatan menjalani proses verifikasi lapangan guna memastikan kelayakan sebagai penerima manfaat dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Faiq El Himmah mengatakan verifikasi menjadi tahap krusial agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan berdampak pada peningkatan produktivitas petani. Kami ingin setiap bantuan yang turun, baik berupa pupuk maupun alat mesin pertanian (alsintan), benar-benar diterima kelompok yang siap mengelolanya secara berkelanjutan, katanya.

Berdasarkan data usulan, komoditas tembakau mendominasi sebesar 78,6 persen dari total rencana bantuan. Sebanyak 33 Poktan tembakau diusulkan menerima sarana produksi seperti pupuk ZA, pupuk ZK hingga alsintan berupa cultivator, motor roda tiga dan mesin perajang tembakau. Selain tembakau, bantuan juga menyasar komoditas kopi untuk tiga kelompok tani dalam bentuk alat pemotong rumput dan mesin pulper.

Sektor perkebunan lainnya seperti tebu dan cengkeh turut masuk dalam skema usulan. Tiga kelompok tani tebu direncanakan mendapat program “PENDEKAR TEBU”. Sementara satu kelompok tani cengkeh diusulkan menerima bantuan bibit untuk rehabilitasi lahan. Tidak hanya sarana produksi, dua kelompok tani juga disiapkan menerima pelatihan serta bahan praktik perlindungan tanaman tembakau guna meningkatkan kualitas hasil panen, terangnya.

Faiq menjelaskan, sebaran penerima manfaat cukup luas dengan konsentrasi terbanyak di Kecamatan Paiton (8 Poktan), disusul Kuripan (6 Poktan), Kotaanyar (5 Poktan), Maron (4 Poktan), Krejengan (3 Poktan), Tegalsiwalan (3 Poktan) serta Besuk, Gading, Kraksaan, Krucil, Lumbang, Pakuniran, Pajarakan, Tiris dan Wonomerto.

Faiq juga menginstruksikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk melakukan pendampingan ketat sejak awal. Peran PPL dinilai strategis dalam mengawal penggunaan alsintan sesuai standar operasional serta mendorong tertib administrasi di tingkat kelompok. Monitoring rutin akan terus dilakukan sebagai bahan evaluasi guna memastikan program bantuan pertanian benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Probolinggo, pungkasnya.(yon).

Popular Articles