Pemkab Probolinggo Perkuat Akses Pendidikan di Wilayah Terpencil
Probolinggo, Satpres.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperkuat upaya pemerataan pendidikan di wilayah terpencil melalui pengembangan sekolah kelas rangkap (multigrade) berbasis multilayanan. Model ini menjadi strategi untuk memastikan seluruh anak, terutama di daerah sulit akses memperoleh hak pendidikan yang layak, berkualitas, sehat dan aman.
Focus Group Discussion (FGD) Program Parenting yang diselenggarakan oleh INOVASI pada Selasa–Rabu (25–26/11/2025) membahas konsep multigrade multilayanan. Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yaitu Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Sukapura dan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo.
Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menyampaikan penerapan pembelajaran multigrade terbukti mampu meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah terpencil. “Multigrade teaching ini menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil atau terisolasi,” ungkapnya.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono melalui Kepala Bidang Pembinaan SD Sri Agus Indariyati menegaskan kesiapan lintas sektor memperkuat pilot project PAUD–SD Satu Atap di SDN Sariwani 2 dan SDN Sapikerep 3 Sukapura sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.
Dengan keterlibatan pemerintah daerah, desa, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, PKK hingga masyarakat, Kabupaten Probolinggo menargetkan peningkatan kualitas pembelajaran di daerah terpencil, jaminan kesehatan dan keselamatan anak di lingkungan sekolah, penguatan pola asuh dan nutrisi anak, pencegahan bullying dan perlindungan hak anak serta akses pendidikan yang merata dan berkelanjutan.
Model Sekolah Multigrade Multilayanan diharapkan menjadi salah satu penggerak peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, terutama pada indikator Rata-Rata Lama Sekolah dan Angka Partisipasi Sekolah.(yon).

