Warga Asembagus dan Pemilik Tanah Sepakat Setelah Adu Argumen
Probolinggo, Satpres.com Warga Dusun Asem Kandang RT 3 RW 1 Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya mencapai kesepakatan dengan pemilik tanah, Ulum, setelah adu argumen dan hampir terjadi adu jotos di Kantor Desa Asembagus, Senin (19/1/2026).
Konflik ini bermula karena warga merasa akses jalan mereka dipersempit oleh pemilik tanah, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan warga sekitar dengan program PNPM dan sudah di paving melalui program tersebut di tahun 2014 yang lalu. Warga sekitar merasa bahwa tindakan pemilik tanah tersebut tidak adil dan mengganggu kenyamanan mereka.
Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Desa Asembagus Ali Ibang Fansuri, Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur SH, Camat Kraksaan Puja Kurniawan, dan Ketua RT, sempat memanas dengan adu argumen antara pemilik tanah dengan warga sekitar. Namun, Kapolsek Kompol Masykur SH dengan cepat melerai dan mengajak kedua belah pihak turun ke lokasi yang dipersengketakan untuk melakukan pengecekan langsung.
Setelah dilakukan musyawarah, akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Pemilik tanah, Ulum, bersedia untuk tidak mempersempit lagi akses jalan warga tersebut. Sementara itu, warga sekitar juga bersedia untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada lagi konflik di kemudian hari, kata Kapolsek Masykur SH. Kami juga mengimbau kepada warga untuk selalu menjaga keamanan, kerukunan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Kepala Desa Asembagus Ali Ibang Fansuri juga mengapresiasi kesepakatan yang telah dicapai oleh kedua belah pihak. Kami akan terus memantau situasi dan memastikan bahwa akses jalan warga tetap lancar. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa masalah ini tidak terulang kembali, ujarnya.
Dengan kesepakatan ini, Warga Dusun Asem Kandang desa Asembagus dapat kembali menggunakan jalan yang telah dipaving tersebut dengan aman dan nyaman. Warga juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan dapat hidup dalam lingkungan yang harmonis dan sejahtera, tegasnya.(yon).

