Pontianak – Menjelang perayaan Idul Fitri, masyarakat di Kota Pontianak mulai menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kondisi ini terlihat dari antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi hampir sepanjang hari.jumat ,(20/3)
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular sejak pagi hingga malam. Warga bahkan harus menunggu selama dua hingga tiga jam demi mendapatkan BBM, dengan harapan tidak kehabisan stok saat giliran tiba.
“Saya sudah antre lebih dari dua jam, tapi belum tentu dapat. Padahal BBM ini sangat penting untuk aktivitas sehari-hari, apalagi mendekati Lebaran,” ungkap salah satu warga yang ditemui di lokasi.
Kelangkaan BBM bersubsidi ini diduga dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang arus mudik, serta distribusi yang belum merata di beberapa SPBU. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat jika pasokan tidak segera distabilkan.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Perwakilan Media Putra Bhayangkara, Daeng Sabirin, meminta Pertamina untuk segera mengambil langkah cepat dalam menormalisasi distribusi BBM bersubsidi.
“Pertamina harus segera memastikan ketersediaan BBM kembali normal. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan, apalagi ini momen penting menjelang Lebaran,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan distribusi guna mencegah adanya penimbunan maupun penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta menjaga ketertiban selama antrean agar situasi tetap kondusif.(Meldianto)
