Disdikdaya dan INOVASI Perkuat Kapasitas Ekosistem Pengasuhan Anak di Probolinggo
Probolinggo, Satpres.com
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggelar workshop penguatan kapasitas ekosistem pengasuhan anak di ruang PRIC Mall Pelayanan Publik Kabupaten Probolinggo pada Kamis dan Jum’at (26-27) 2/2026).
Kegiatan ini melibatkan Disdikdaya, Dinas Kesehatan (Dinkes), DP3AP2KB, Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Puskesmas Sukapura, pengawas SD dan TK, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura, kader posyandu serta kepala sekolah di Kecamatan Sukapura.
Workshop dibuka oleh Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono dan dihadiri Policy Adviser INOVASI Jakarta Nurman Siagian, Provincial Manager INOVASI Adri Budi serta District Officer INOVASI Anwar Sutranggono. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pemaparan materi sesi parenting dan gizi oleh Disdikdaya, Dinkes, DP3AP2KB, Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo serta Puskesmas dan penggerak posyandu.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyampaikan pendekatan pedagogi kelas rangkap (multi-grade) yang diterapkan melalui Program INOVASI di daerah terpencil telah berkembang menjadi pintu masuk penguatan sistem pendidikan secara menyeluruh. Pendekatan ini bukan sekadar strategi pembelajaran di kelas, tetapi menjadi pintu masuk untuk memperkuat sistem pendidikan secara menyeluruh, katanya.
Menurut Hary, melalui proses bertahap dari Multi-grade ke Multi-layanan, praktik pembelajaran dihubungkan dengan dukungan terintegrasi meliputi peningkatan pembelajaran dasar, penguatan manajemen sekolah, layanan kesehatan dan gizi, perlindungan anak serta penguatan peran orang tua melalui program parenting.
Policy Adviser INOVASI Jakarta Nurman Siagian menegaskan pentingnya penguatan layanan pendidikan dasar melalui program multi-grade, multi-service atau kelas rangkap berbasis multi-layanan. Kabupaten Probolinggo telah berhasil menerapkan kelas rangkap. Namun, dukungan komprehensif seperti keterlibatan orang tua masih perlu diperkuat, ungkapnya.
Nurman mengungkapkan masih banyak anak yang masuk kelas rangkap tanpa pernah mengikuti PAUD. Padahal fondasi literasi dan numerasi idealnya dibangun sejak usia dini. Kalau stimulasi numerasi dan literasi dimulai dari PAUD, guru kelas satu akan jauh lebih mudah mendampingi, jelasnya.
Melalui workshop ini, Disdikdaya bersama INOVASI dan para pemangku kepentingan berharap terbangun komitmen kolaboratif yang berkelanjutan demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Probolinggo sejak usia dini, pungkasnya.(yon).

