Sabtu, Februari 28, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Disdikdaya Probolinggo Dorong Pengembangan Multi Layanan di Sekolah

Probolinggo, Satpres.com
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan inovasi pendidikan yang kini berkembang dari konsep multi grade (kelas rangkap) menjadi multi layanan (multi service). Dukungan tersebut disampaikan oleh Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono dalam workshop penguatan kapasitas ekosistem pengasuhan anak yang digelar oleh Disdikdaya Kabupaten Probolinggo bersama Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di ruang PRIC Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Jum’at (27/2/2026).

Hary menyampaikan Kabupaten Probolinggo dipercaya sebagai pilot project program tersebut di tingkat nasional. Kepercayaan ini menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan model layanan pendidikan. Alhamdulillah, Pemerintah Daerah untuk kegiatan tim INOVASI ini sangat support. Kebetulan Kabupaten Probolinggo dijadikan pilot project di seluruh Indonesia, katanya.

Menurut Hary, program multi grade telah berjalan dan bahkan menjadi rujukan sejumlah daerah lain. Beberapa wilayah melakukan studi tiru untuk melihat langsung implementasinya di Kabupaten Probolinggo. Multi grade sudah jalan, beberapa daerah juga sudah datang ke sini untuk melihat langsung. Bahkan ada kunjungan dari Sekjen secara langsung, jelasnya.

Hary menerangkan seiring evaluasi dan kebutuhan peningkatan mutu layanan, konsep tersebut kini ditingkatkan menjadi multi layanan. Skema ini tidak hanya mengintegrasikan pembelajaran lintas kelas, tetapi juga memperluas cakupan layanan pendidikan, termasuk pola satu atap dari PAUD/TK yang terintegrasi dengan SD.

Penggabungan layanan ini diharapkan mendukung program wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun pendidikan pra sekolah agar kesinambungan pendidikan anak lebih terjamin. Selain integrasi jenjang, konsep multi layanan juga mencakup pemenuhan gizi serta pembiasaan pola hidup sehat di sekolah, lanjutnya.

Hary menegaskan pendidikan tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesehatan peserta didik. Multi layanan lainnya yaitu pemenuhan gizi. Kita coba bagaimana cara makan yang baik, waktu makan, gizinya bagaimana dan tempatnya di mana, tegasnya.

Gender and Child Protection Lead INOVASI Jakarta Emmy menilai berbagai program pengasuhan anak di Kabupaten Probolinggo sudah berjalan, namun masih terdapat ruang untuk penguatan, khususnya pada aspek perlindungan anak serta pemenuhan gizi dan nutrisi.

Emmy juga mengapresiasi semangat peserta selama dua hari kegiatan. Antusiasme tersebut menjadi modal penting untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan. Saya melihat semangat teman-teman luar biasa. Mereka bahkan sudah mengusulkan agar materi tidak hanya diberikan kepada guru atau sekolah, tetapi juga menjangkau keluarga, khususnya orang tua sebagai pihak terdekat dengan anak, tambahnya.

Ke depan, INOVASI bersama pemerintah Daerah akan mendorong implementasi model kelas rangkap dengan multilayanan (multi grade, multi service) di 10 sekolah terpilih sebagai percontohan atau pilot project pola layanan terpadu.

Workshop penguatan kapasitas ekosistem pengasuhan anak ini digelar selama dua hari mulai Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini melibatkan Disdikdaya, Dinas Kesehatan (Dinkes), DP3AP2KB, Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Puskesmas Sukapura, pengawas SD dan TK, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura, kader posyandu serta kepala sekolah di Kecamatan Sukapura.(yon).

Popular Articles