drg. Reni Meutia Terpilih Sebagai Ketua PDGI Cabang Probolinggo 2025 – 2030
Probolinggo, Satpres.com
drg. Reni Meutia, Kepala Puskesmas Dringu, resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Probolinggo periode 2025-2030. Ia terpilih melalui Musyawarah Cabang (Muscab) PDGI Cabang Probolinggo yang digelar di Paseban Sena Probolinggo, Sabtu (10/1/2026).
Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis, drg. Reni Meutia berhasil meraih 40 suara dari total 107 suara anggota PDGI Cabang Probolinggo. Ia unggul atas calon petahana drg. Luluk Muyasaroh yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo dengan perolehan 36 suara.
Muscab PDGI Cabang Probolinggo ini turut dihadiri berbagai organisasi profesi kesehatan di wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Usai terpilih, drg. Reni Meutia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para anggota PDGI Cabang Probolinggo. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan kepada saya untuk mengemban tugas sebagai Ketua PDGI periode 2025-2030, ujarnya.
drg. Reni juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus PDGI periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi dalam memajukan organisasi serta profesi dokter gigi di Probolinggo. Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus PDGI periode sebelumnya atas kerja keras dan pengabdiannya, tambahnya.
Ke depan, drg. Reni berharap PDGI Cabang Probolinggo dapat semakin berperan aktif sebagai organisasi profesi yang solid, adaptif, dan responsif terhadap tantangan dunia kesehatan. PDGI tidak hanya berperan dalam peningkatan kompetensi anggota, tetapi juga dalam penguatan etika, profesionalisme, serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat, tegasnya.
drg. Reni mengajak seluruh pengurus dan anggota PDGI Cabang Probolinggo untuk bersama-sama membangun organisasi dengan semangat kekeluargaan, keterbukaan, dan gotong royong. Tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan dan tidak ada kemajuan tanpa partisipasi aktif seluruh anggota, pungkasnya.(yon).

