Senin, Februari 2, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

MWC NU Besuk Gelar Tadabbur Media, Perkuat Literasi Media dan Dakwah Digital

MWC NU Besuk Gelar Tadabbur Media, Perkuat Literasi Media dan Dakwah Digital

Probolinggo Satpres.om Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Besuk menggelar kegiatan Tadabbur Media sebagai upaya memperkuat literasi media dan dakwah digital di kalangan warga NU dan pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa malam, 13 Januari 2026, bertempat di Mushalla Masduqiyah, Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Ta’lif Wan-Nasyr (LTN) MWC NU Besuk tersebut dikemas dalam bentuk pelatihan, diskusi, serta praktik pembuatan konten media dakwah digital. Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong lahirnya konten dan pemberitaan yang etis, informatif, serta bernilai dakwah dan kemaslahatan, sejalan dengan semangat menyongsong Abad Kedua Nahdlatul Ulama.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Besuk, Ustadz H. Abdul Bari, menegaskan bahwa media digital saat ini menjadi ruang strategis dakwah yang harus diisi oleh kader NU secara cerdas dan bertanggung jawab. Media hari ini sangat menentukan arah opini publik. Karena itu, kader NU harus mampu menghadirkan konten yang menyejukkan, mendidik, serta membawa nilai maslahat bagi umat, bukan justru memperkeruh suasana, ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan dan tawassul. Materi pertama mengangkat tema Jurnalistik, disampaikan oleh Sundari Adi Wardhana, Wakil Ketua PWI Probolinggo Raya. Materi kedua membahas Fotografi dan Videografi oleh Hendra Trisianto N bersama Sholeh Adnan dari Diskominfo Kabupaten Probolinggo. Sedangkan materi ketiga tentang Desain Dakwah Media Digital disampaikan oleh Zainul Hasan R, Anggota Badan Siber PC GP Ansor Kraksaan.

Rais Syuriah MWC NU Besuk, Ustadz Abu Bakar, menekankan pentingnya etika dan adab dalam bermedia, khususnya dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah. Dakwah melalui media harus dilandasi niat ibadah dan tanggung jawab moral. Konten boleh kreatif dan menarik, tetapi tidak boleh lepas dari etika, adab, serta kebenaran substansi, tuturnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan penutup. Melalui Tadabbur Media, MWC NU Besuk berharap lahir generasi pengelola media dakwah yang profesional, kreatif, dan mampu menjadikan media digital sebagai sarana syiar Islam yang rahmatan lil alamin.

Dengan kegiatan ini, MWC NU Besuk menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi media dan dakwah digital di kalangan warga NU dan pesantren. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi yang lain untuk terus berinovasi dalam berdakwah di era digital.(yon).

Popular Articles