Jumat, Maret 20, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pemuda Probolinggo Dibacok Gerombolan Tak Dikenal, 21 Orang Diamankan

Pemuda Probolinggo Dibacok Gerombolan Tak Dikenal, 21 Orang Diamankan

Probolinggo, Satpres.com Aksi kekerasan jalanan kembali menggegerkan Kabupaten Probolinggo. Seorang pemuda bernama Moh. Maulid Dani (19), karyawan koperasi, menjadi korban penganiayaan berat setelah diserang dan dibacok sekelompok orang tak dikenal di jalur utama Kraksaan-Besuk, tepatnya dekat gapura Desa Krampilan, Kecamatan Besuk, Sabtu malam (3/1/2026).

Korban mengalami luka bacok serius di bagian punggung dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan 21 orang terduga pelaku, yang sebagian besar masih berusia remaja.

Kapolsek Besuk AKP Suhartono membenarkan kejadian penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama tersebut. Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang menyebabkan korban mengalami luka bacok cukup parah. Para pelaku sudah diamankan dan perkaranya dilimpahkan ke Polres Probolinggo, kata Suhartono, Senin (5/1/2026).

Insiden bermula saat Dani menghabiskan waktu bersama tetangganya, Afin, dengan nongkrong sambil minum kopi di kawasan Gelora Kraksaan sekitar pukul 20.30 WIB. Sekitar dua jam kemudian, keduanya berpamitan pulang menuju Desa Sindetami, Kecamatan Besuk, menggunakan sepeda motor.

Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba diadang oleh sekelompok pemuda bermotor yang tidak dikenalnya. Merasa terancam, Dani mencoba menghindar dengan memacu kendaraannya ke arah selatan. Namun gerombolan tersebut justru mengejar.

Pengejaran berakhir di sekitar gapura Desa Krampilan. Para pelaku sempat melontarkan pertanyaan bernada intimidatif terkait asal-usul korban. Mereka menanyakan apakah korban berasal dari Desa Sumurdalam. Meski korban sudah menjawab bukan, para pelaku tetap melakukan pengejaran, ujar Suhartono.

Dalam kondisi terdesak, korban berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke area persawahan. Upaya tersebut gagal setelah korban terjatuh. Saat itulah, salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan membacok korban hingga mengenai punggung sebelah kanan.

Kepala Desa Sindetami, Saiful Bahri, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa salah satu warganya. Kondisi korban masih dirawat dan mengalami trauma, ujarnya.

Saiful juga mengungkapkan, selain mengalami pembacokan, korban diduga menjadi korban perampasan. Telepon seluler dan sejumlah uang milik Dani dilaporkan hilang dibawa pelaku.
Kami berharap kasus ini diproses sesuai hukum. Ini harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang, tegasnya (yon).

Popular Articles