Rahasia Sukses Pendidikan di Pegunungan: Probolinggo Jadi Rujukan Nasional
Probolinggo, Satpres.com
Kabupaten Probolinggo kembali menjadi perhatian nasional di sektor pendidikan. Praktik pembelajaran kelas rangkap atau sekolah multigrade yang diterapkan di wilayah pegunungan Kabupaten Probolinggo kini menjadi rujukan daerah lain dalam menjawab tantangan ketimpangan pendidikan dasar.
Hal tersebut tercermin dari kunjungan studi tiru Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ke SDN Sukapura 3 Kecamatan Sukapura, Selasa (23/12/2025).
Rombongan tiba sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung melakukan observasi lingkungan sekolah serta ruang kelas. Sekolah multigrade merupakan model pembelajaran di mana satu guru mengajar lebih dari satu tingkat kelas dalam satu ruang belajar.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Sri Agus Indariyati menyampaikan pengembangan sekolah multigrade merupakan solusi strategis atas realitas pendidikan di wilayah pegunungan. Di Kecamatan Sukapura terdapat 20 SD dan sekitar separuhnya memiliki jumlah siswa di bawah 60 orang. Saat ini ada 9 sekolah multigrade di Kecamatan Sukapura dan secara keseluruhan terdapat 185 sekolah multigrade di Kabupaten Probolinggo, ungkapnya.
Menurut Sri Agus, praktik sekolah multigrade di Kabupaten Probolinggo telah dirintis sejak 2018 melalui pendampingan Program INOVASI. Seiring berjalannya waktu, model ini tidak hanya menjaga keberlangsungan sekolah kecil, tetapi juga mampu meningkatkan mutu pembelajaran.
Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi menegaskan pendekatan multigrade sejalan dengan tujuan besar pemerataan layanan pendidikan. “Sekolah kecil tetap berhak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu. Praktik baik di Kabupaten Probolinggo membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi,” ujarnya.
Perwakilan BPMP Kalimantan Selatan Mauluddin menilai pembelajaran kelas rangkap memiliki landasan kebijakan yang semakin kuat, terutama dalam kerangka kurikulum yang menekankan pengembangan kompetensi peserta didik secara bertahap. Kami mendorong Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi pintu masuk pengembangan multigrade di Kalimantan Selatan. BPMP siap mendampingi agar implementasinya berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan, katanya.
Kunjungan studi tiru ini menjadi ruang berbagi praktik baik antar daerah dalam menghadapi tantangan pengelolaan sekolah kecil. Pengalaman Kabupaten Probolinggo menunjukkan bahwa sekolah multigrade bukan sekadar solusi sementara, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan dasar di seluruh wilayah Indonesia.(yon).


