Rabu, Februari 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

SDN Sebaung 1 Kembangkan Literasi Budaya

SDN Sebaung 1 Kembangkan Pembiasaan Literasi Budaya Tanah Air untuk Pembentukan Karakter Siswa

Probolinggo, Satpres.com
SDN Sebaung 1 Kecamatan Gending, Probolinggo, terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik melalui kegiatan Pembiasaan Literasi Budaya Tanah Air (PELITA), Rabu (4/2/2026). Program ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui seni dan budaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Gending Winda Permata Erianti, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Akhmad Arief Hermawan CM serta sejumlah pemerhati budaya. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai jenjang kelas.

Uniknya, masing-masing kelas mendapat giliran untuk menampilkan beragam bentuk ekspresi budaya, mulai dari tari tradisional, lagu daerah, permainan khas Nusantara, pantomim hingga pertunjukan teater mini. Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga turut menempelkan hasil karya bertema budaya daerah, baik berupa gambar, tulisan maupun kerajinan tangan yang merepresentasikan kekayaan seni dan tradisi lokal.

Kepala SDN Sebaung 1 Irawan menyampaikan literasi budaya tanah air merupakan proyeksi pembelajaran jangka panjang yang dirancang untuk membentuk kepribadian siswa secara utuh. Kegiatan literasi budaya tanah air atau PELITA ini merupakan proyeksi pembelajaran. Kami tidak hanya menciptakan anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi yang utama adalah membentuk karakter anak-anak, ujarnya.

Menurut Irawan, melalui literasi budaya, nilai-nilai seperti tanggung jawab, kreativitas, komunikasi dan kerja sama dapat tumbuh secara alami melalui aktivitas seni yang dilakukan secara berkelanjutan. Melalui literasi budaya ini terjadi proses pembentukan karakter. Di dalamnya ada unsur tanggung jawab, kreativitas, komunikasi serta kerja sama. Itu semua sejatinya adalah bagian dari pembelajaran, jelasnya.

Selain membentuk karakter, budaya juga menjadi penyemangat dalam proses belajar mengajar. Suasana belajar yang menyenangkan membuat siswa lebih betah di sekolah dan meningkatkan motivasi belajar. Dengan budaya, anak-anak merasa senang. Belajar pun menjadi menyenangkan. Anak-anak menjadi kerasan di sekolah dan rasa senang serta bahagia itu akan menambah semangat belajar mereka, terangnya.

Irawan menegaskan kegiatan literasi budaya di SDN Sebaung 1 dilaksanakan di luar jam pelajaran sehingga tidak mengganggu proses belajar formal. Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh para guru dan orang tua siswa. Kegiatan latihan dilakukan di luar jam pelajaran. Di sini peran orang tua sangat besar, dituntut untuk memahami dan mendukung kegiatan anak-anak, tegasnya.

Camat Gending Winda Permata Erianti mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi literasi budaya yang digelar di SDN Sebaung 1. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya sejak usia dini. Anak didik kita, generasi penerus kita, khususnya sejak tingkat sekolah dasar, memang harus mulai diajari dan dikenalkan dengan seni dan budaya, ungkapnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Akhmad Arief Hermawan CM mengatakan pemajuan kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Artinya, pemajuan kebudayaan itu tidak bisa dilepaskan dari dunia pendidikan, katanya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di SDN Sebaung 1, tetapi juga dapat diterapkan di satuan pendidikan lain yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Saya berharap ini tidak hanya ada di SDN Sebaung 1, tetapi bisa dilakukan di satuan pendidikan lainnya, baik TK, SD maupun SMP yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, pungkasnya.(yon).

Popular Articles